Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2011

Zoology vertebrata

CHAPTER I
INTRODUCTION
A.    Background
            Chondrichtyhes class of vertebrates, sharks and their relatives, in cartilaginous fish called because they are relatively flexible has endoskeleton made of cartilage rather than bone from the bone hard. Cartilaginous skeleton of these fish were obtained characteristic, not characteristic of primitive, in other words Chondichtyes ancestors had bony framework, and cartilaginous framework which are characteristic of the class was developed afterwards. During the development of most vertebrates, was first composed of cartilage framework later becomes hard as the bones begin replacement of the soft cartilage matrix with a hard matrix of calcium phosphate. Apparently, some modification in the process of preventing the development of cartilaginous fish, the turnover process.

Jumat, 08 April 2011

Sel- Sel Henrietta tidak Pernah Mati

Henrietta Lacks lahir di Roanoke, Virginia, Amerika Serikat, 18 Agustus 1920 – meninggal di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, 4 Oktober 1951 pada umur 31 tahun akibat penyakit tumor ganas adenokarsinoma serviks (leher rahim). Henrietta Lacks menjadi  terkenal karena sel tumor yang menyerang dirinya kemudian diambil dan dijadikan sampel  guna penelitian medis oleh dr. George Otto Gey . Sel yang kemudian disebut sebagai Sel Hela atau Hela Cell Line tersebut merupakan immortal cell (sel abadi) karena

Selasa, 29 Maret 2011

Asal Mula Burung dapat Terbang

         Sisa-sisa fosil Archaeopteryx dan Protoavis menimbulkan pertanyaan yang sulit. Tidak satu pun dari keduanya memiliki perkembangan otot tulang dan blu yang diperlukan untuk benar-benar terbang. Namun jika makhluk-makhluk ini tidak dapat terbang, mengapa mereka memilki bulu? Yup, ketika keturunan mereka bergerak cepat dalam evolusi menjadi burung, bagaimana keturunannya dapat meninggalkan tanah? Apakah manfaatnya memilki bentuk setengah burung yang hampir dapat terbang itu?

Sabtu, 26 Februari 2011

Terlalu Muda untuk Menjadi Tua

Asal Mula
Bayangkan seseorang yang berusia sepuluh tahun tetapi mempunyai kulit tubuh yang kisut, lemah, tua dan renta! tinggi orang tersebut sama dengan meja dapur dengan berat kurang dari 35 pon, kepala botak, hidung berkerut dan berbentuk paruh. tentu saja , kemungkinan orang tersebut hanya memiliki waktu yang singkat untuk hidup.
Yuuuppp!! inilah yang di sebut 'sindrom progeria'. lngkapnya Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGP) dikenal sebagai

LEARNING IMPLEMENTATION PLAN (EXCRETION SYSTEM)

Proses Pembuatan Alkohol

PROSES PEMBUATAN ALKOHOL
Dalam proses pembuatan alkohol ini melalui beberapa tahap yaitu tahap fermentasi , pemasakan, dan tahap destilasi. Alkohol yang dihasilkan berupa alkohol 30%(ciu) dan alkohol murni 90% -100% yang digunakan dalam bidang kedokteran. Dari proses pembuatan alkohol diatas kita dapatkan reaksi fermentasi alkohol yaitu
Tahap pertama dalam proses fermentasi adalah penguraian karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat yang lebih sederhana.
amilase zimase
(C6H12O6)n + n H2O ----------> nC6H12O6--------> 2C2H5OH + 2CO2
Amilum glukosa etanol limbah


Pyruvic Acid + 2 H+

Or





Lactic Acid Ethanol and Carbon Dioxide

Sebagai contoh, jika bahan baku yang digunakanan adalah pati dalam biji-bijian seperti gandum atau beras, maka bahan baku ini dipanaskan dengan air panas untuk mengekstrak pati dan selanjutnya dipanaskan dengan malat. Malat adalah beras berkecambah yang mengandung enzim yang dapat menguraikan pati menjadi karbohidrat yang lebih sederhana, yang disebut sebagai maltosa, C12H22O11.
Maltosa memiliki rumus molekul yang sama seperti sukrosa tetapi mengandung dua unit glukosa yang saling mengikat, sedangkan sukrosa mengandung satu unit glukosa dan satu unit fruktosa.
Ragi kemudian dimasukkan dan campuran dibiarkan hangat (sekitar 35°C) selama beberapa hari sampai fermentasi berlangsung sempurna. Udara tidak dibiarkan masuk ke dalam campuran untuk mencegah terjadinya oksidasi etanol yang dihasilkan menjadi asam etanoat (asam cuka).
Enzim-enzim dalam ragi pertama-tama mengubah karbohidrat seperti maltosa atau sukrosa menjadi karbohidrat yang lebih sederhana seperti glukosa dan fruktosa, keduanya C6H12O6, dan kemudian mengubah karbohidrat sederhana tersebut menjadi etanol dan karbon dioksida.
Perubahan ini bisa ditunjukkan sebagai persamaan-persamaan reaksi kimia sederhana, meski aspek biokimia dari reaksi-reaksi ini jauh lebih rumit.