Selasa, 29 Maret 2011

Asal Mula Burung dapat Terbang

         Sisa-sisa fosil Archaeopteryx dan Protoavis menimbulkan pertanyaan yang sulit. Tidak satu pun dari keduanya memiliki perkembangan otot tulang dan blu yang diperlukan untuk benar-benar terbang. Namun jika makhluk-makhluk ini tidak dapat terbang, mengapa mereka memilki bulu? Yup, ketika keturunan mereka bergerak cepat dalam evolusi menjadi burung, bagaimana keturunannya dapat meninggalkan tanah? Apakah manfaatnya memilki bentuk setengah burung yang hampir dapat terbang itu?

         Adanya bulu pada Archaeopteryx relatif mudah dijelaskan. Jauh sebelum bulu tersebut tumbuh, bulu tersebut dapat memberikan isolasi yang efisien agar binatang endothermik kecil ini tetap hangat pada malam hari.
         Pada tahun 1974, Ostram berpendapat bahwa burung paling awal, seperti Archaeopteryx dan Protoavis, adalah pelari cepat dengan lengan berbulu yang bertahap berkembang menjadi alat penangkap serangga menyerupai jaring. Kemudian lengan tersebut menyerupai sayap yang memungkinkan dapat meloncat dari tanah dan bermanuver untuk menangkap serangga. Berawal dari keadaan inilah kedua binatang tersebut mulai dapat meloncat dan semakin lama berada di udara. Baru-baru ini, Ostram menyatakan bahwa gagasan "bagian yang menyerupai jaring serangga" kemungkinan besar adalah salah.
         Namun, ia masih berpendapat bahwa asal usul burung dapat terbang ialah meloncat "dari tanah ke atas". Ahli lain mengatakan bahwa burung yang pertama kali adalah penghuni pepohonan yang terbang meluncur dari satu pohon ke pohon yang lain. Lambat laun, mereka memperluas jangkauan dengan mengepak-ngepakkan sayap. Teori tersenut sedang diuji, baik melalui analisis aerodinamik canggih menggunakan model-model fisik. Semuanya merupakan kajian yang berdasarkan atas temuan fosil dan perhitungan modern.

*sumber: Biology: Discovering Life 1991

Tidak ada komentar:

Posting Komentar